Tampilkan postingan dengan label intel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label intel. Tampilkan semua postingan

12/17/16

PROSESOR INTEL® CORE™ i7

Intel Core i7 adalah nama merek Intel untuk beberapa keluarga prosesor desktop dan laptop x86-64 64-bit yang menggunakan mikroarsitektur Nehalem, Westmere, Sandy Bridge, Ivy Bridge, Haswell, Broadwell, Skylake, dan Kaby Lake. Merek Core i7 menargetkan bisnis dan pasar konsumen kelas atas untuk komputer desktop dan laptop,[1] sehingga berbeda dari Core i3 (untuk konsumen tingkat pemula), Core i5 (untuk konsumen biasa), dan Xeon (untuk server dan workstation).

Intel lalu memperkenalkan nama Core i7 dengan prosesor Bloomfield Quad-core berbasis Nehalem pada akhir 2008.] Pada tahun 2009 model Core i7 baru yang didasarkan pada prosesor desktop quad-core Lynnfield (berbasis Nehalem) dan mobile quad-core Clarksfield (berbasis Nehalem) diluncurkan,[6] dan model berdasarkan prosesor mobile dual-core Arrandale (juga berbasis Nehalem) diluncurkan pada Januari 2010. Prosesor enam inti pertama dalam jajaran Core adalah Gulftown berbasis Nehalem, yang diluncurkan pada 16 Maret 2010. Baik Core i7 dan Extreme Edition dipromosikan sebagai "bintang lima" dalam Intel Processor Rating.

Dari masing-masing dari ketiga generasi mikroarsitektur pertama dari merek Core i7, terdapat anggota keluarga mereka ini yang menggunakan dua arsitektur tingkat sistem yang berbeda; oleh karena itu, ada dua soket yang berbeda (misalnya, LGA 1156 dan LGA 1366 dengan Nehalem). Dalam setiap generasinya, prosesor Core i7 yang berkinerja tinggi menggunakan soket dan arsitektur berbasis QPI yang sama seperti prosesor Xeon kelas menengah-atas dari generasi tersebut, sementara prosesor Core i7 yang berkinerja lebih rendah menggunakan soket yang sama dan arsitektur PCIe / DMI / FDI seperti Core i5.

Core i3, Core i5, dan Core i7 adalah tiga jenis prosesor komputer yang telah disediakan oleh perusahaan Intel untuk membantu kinerja suatu perangkat komputer. Prosesor merupakan “otak” dalam sebuah perangkat komputer, yang mana cara kerjanya dengan menerima perintah dari pengguna, kemudian meneruskannya ke hardware lain. Oleh karena itu, tidak heran jikalau spesifikasi prosesor menjadi sorotan utama dan penting bagi setiap pengguna sebelum memutuskan membeli komputer maupun laptop.

Semua prosesor, baik itu core i3, i5, dan i7 ternyata memiliki arsitektur dan teknologi yang berbeda-beda. Adapun teknologi tersebut diantaranya adalah Turbo Boost, merupakan kemampuan untuk meningkatkan clockspeed pada CPU atau yang biasa dikenal dengan sebutan over clocking secara otomatis. Kemampuan tersebut secara tidak langsung membuat komputer dapat mematikan satu atau dua engine lainnya agar memberikan ruang lebih besar pada CPU, sehingga hal tersebut otomatis membuat prosesor bisa bekerja dengan lebih keras.

Terlepas dari itu, banyak dari pengguna yang salah kaprah, dan menyangka bahwa inisial i3, i5, dan i7 mengidentifikasikan pada jumlah prosesor yang terdapat pada komputer. Misalnya, i3 berarti di dalamnya terdapat tiga prosesor, i5 dengan lima prosesor, dan i7 memiliki 7 prosesor. Padahal, pernyataan tersebut sama sekali tidak bersangkutan dengan itu. Inisial core i3, i5, dan i7 ternyata lebih mengarah pada kemampuan yang dimiliki oleh prosesor, seperti halnya dipengaruhi oleh cache, support memori dan lain-lainnya.

11/27/15

Perbedaan Core i3, i5 dan i7

Core i3, Core i5, dan Core i7 adalah tiga jenis prosesor komputer yang telah disediakan oleh perusahaan Intel untuk membantu kinerja suatu perangkat komputer. Prosesor merupakan “otak” dalam sebuah perangkat komputer, yang mana cara kerjanya dengan menerima perintah dari pengguna, kemudian meneruskannya ke hardware lain. Oleh karena itu, tidak heran jikalau spesifikasi prosesor menjadi sorotan utama dan penting bagi setiap pengguna sebelum memutuskan membeli komputer maupun laptop.
Semua prosesor, baik itu core i3, i5, dan i7 ternyata memiliki arsitektur dan teknologi yang berbeda-beda. Adapun teknologi tersebut diantaranya adalah Turbo Boost, merupakan kemampuan untuk meningkatkan clockspeed pada CPU atau yang biasa dikenal dengan sebutan over clocking secara otomatis. Kemampuan tersebut secara tidak langsung membuat komputer dapat mematikan satu atau dua engine lainnya agar memberikan ruang lebih besar pada CPU, sehingga hal tersebut otomatis membuat prosesor bisa bekerja dengan lebih keras.
Terlepas dari itu, banyak dari pengguna yang salah kaprah, dan menyangka bahwa inisial i3, i5, dan i7 mengidentifikasikan pada jumlah prosesor yang terdapat pada komputer. Misalnya, i3 berarti di dalamnya terdapat tiga prosesor, i5 dengan lima prosesor, dan i7 memiliki 7 prosesor. Padahal, pernyataan tersebut sama sekali tidak bersangkutan dengan itu. Inisial core i3, i5, dan i7 ternyata lebih mengarah pada kemampuan yang dimiliki oleh prosesor, seperti halnya dipengaruhi oleh cache, support memori dan lain-lainnya.

1. Intel Core i3
Core i3 dibekali dengan rancangan dua prosesor dual core di dalamnya. Kedua prosesor tersebut dapat menjalankan dua instruksi sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Banyak yang mengatakan bahwa Core i3 lebih tahan terhadap panas, bahkan lebih efisien untuk ketahanan daya baterai. Meskipun demikian, Core i3 juga ternyata memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri, yang tentunya tidak kita dapati pada prosesor Core i5 dan i7. Intel Core i3 tidak mendukung teknologi Hyper-Treading, merupakan kemampuan untuk stimulasi jumlah prosesor yang ada sehingga mampu bekerja secara multi process pada bagian kecil. Teknologi ini hanya dapat dijumpai pada prosesor i5 dan i7 saja.
  • Dibekali dengan teknologi Turbo Boost overclocking otomatis yang berkisar antara 2.933 GHz sampai dengan 3.2 Ghz.
  • Clock Graphics Processor 100 MHz.
  • L3 Cache 4 MB
  • LGA Socket 1156
  • Core i3 mampu mengintegrasikan Virtualizing Tecnology dengan GPU (Graphic Processing Unit) sehingga dapat berjalan lebih cepat.
2. Intel Core i5
Sama halnya dengan Core i3, Intel Core i5 juga dilengkapi dengan rancangan dua prosesor Dual Core di dalamnya, namun ternyata sebagian juga ada yang terdiri dari dua prosesor Quad Core namun tidak dilengkapi dengan teknologi Hyper-Treading. Teknologi Core i5 sangat cocok digunakan untuk para pengguna berat, seperti halnya aktivitas game, program, desain, dan lain-lainnya yang membutuhkan kemampuan komputer dengan kinerja mempuni. Namun sayang, Core i5 lebih panas ketimbang i3, tapi memiliki kemampuan yang lebih unggul, utamanya dalam hal multitasking dan kemampuan untuk menampung software-sodtware berat.
  • Support Hyper-Treading.
  • Terdiri dari 2 processor Dual Core. Terdapat juga beberapa seri i5 yang berisi 2 processor Quad Core, namun tidak mendukung teknologi Hyper-Treading.
  • Turbo Boost maksimum overclocking otomatis antara 2.4 GHz sampai 3.33 GHz.
  • L3 Cache 4-8 MB.
  • LGA Socket 1156.
  • Intel HD Graphics.
  • Maximal RAM 16 GB.

3. Intel Core i7
Core i7 memiliki kemampuan lebih unggul jika dibandingkan dengan dua prosesor yang dibahas sebelumnya. Pasalnya, Core i7 dilengkapi dengan rancangan empat prosesor Quad Core di dalamnya, dengan kecepatan 3.07 Ghz di tiap-tiap prosesornya. Tedapat juga beberapa seri i7 tertentu yang menyediakan enam prosesor Quad Core. Selain itu, Core i7 sendiri memiliki kemampuan luar biasa, karena mampu memecah empat prosesor menjadi delapan bagian, sehingga proses kerja yang berat dapat dijalankan secara maksimal. Dengan kemampuan tersebut, otomatis pengguna dapat menjalankan berbagai proses secara bersamaan, misalnya 3D Rendering, Video Editing, dan keperluan animasi. Tidak heran jika produsen komputer dan laptop Core i7 mematok harga yang fantastis untuk setiap unitnya.
  • Intel Core i7 mendukung teknologi Hyper-Treading.
  • Turbo Boost maksimum overclocking otomatis berkisar antara 1.73 GHz sampai 3.33 GHz.
  • L3 Cache 8-12 MB.
  • Teknologi Intel QuickPath Interconnect yang berfungsi untuk mempercepat proses pembacaan data mencapai 25.6 GB / detik.
  • LGA Socket 1156.
  • Intel HD Graphics.
  • Maximal RAM sebesar 24 GB.
Kesimpulan Core i3, i5, dan i7
Adanya perbedaan dari setiap arsitektur prosesor di atas tentu saja akan mempengaruhi harga jual komputer dan laptop bersangkutan. Adapun jika anda membutuhkan laptop untuk sekadar mengetik dan melakukan aktivitas pekerjaan yang tidak terlalu berat, maka disarankan untuk menggunakan Core i3 saja. Karena selain sudah cukup, Core i3 juga dibandrol dengan harga yang lebih miring.
Prosesor Core i5 disarankan untuk pengguna yang hari-harinya kerap menjalankan software-software berat seperti 3D dan animasi. Untuk keperluan gaming, Core i5 juga rasanya sudah cukup. Dan yang terakhir adalah Core i7, merupakan prosesor dengan kelas tertinggi yang diciptakan Intel saat ini. Tentu saja prosesor tersebut cocok untuk menjalankan aplikasi-aplikasi berat. Seperti gaming, desain, editing, dan lain sebagainya. Namun perlu diingat, komputer atau laptop Core i7 mematok harga yang sangat mahal.